Siapa yang menyangka dipagi yang cerah seorang anak harus kehilangan ayahnya dengan cara yang tragis. kalau begini jadi siapa yang akan ditindak pidana?
KD, terduga maling ayam di Banjar Dinas Juwuk Legi, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, diduga tewas setelah dikeroyok sejumlah warga. tak disangka-sangka ternyata KD memiliki rekam jejak panjang.
ada juga yang menyebut KD juga diduga terlibat dalam serangkaian aksi pencurian di Kabupaten Badung. Termasuk kasus pembobolan toko laptop di Abiansemal, konter telepon seluler, hingga pencurian ayam di wilayah Kecamatan Petang. Faktanya ayam yang dicuri bukan ayam konsumsi melainkan ayam aduan, dari situ warga net mulai memperdebatkan apakah yang dia curi itu benar' sebuah kebutuhan pokok atau tidak, walau bregitu kita juga tetap tidak bisa membenarkan apa yang dilakukan para warga terhadap pelaku.
Sepupu korban, Made Parta, mengatakan, KD sempat menghilang selama tiga hari setelah menyerahkan uang untuk biaya gedung sekolah anak sulungnya yang baru masuk SMA. "Anaknya yang SMA itu sekolah di swasta. Uang gedungnya Rp 2.713.000. Setelah almarhum menyerahkan uang itu, dia menghilang," ujarnya saat ditemui di rumah duka, Minggu (26/7/2026), dilansir dari Kompas.com.
Tiga hari setelah korban menghilang, Parta didatangi kepala dusun dan kepala desa yang mengabarkan adanya penemuan jenazah di wilayah Baturiti. Ia kemudian mendatangi Polsek Baturiti sebelum menuju rumah sakit untuk memastikan identitas korban. Parta mengaku semula mengira sepupunya meninggal dunia karena sebab biasa. Dugaan bahwa korban meninggal akibat pengeroyokan baru diketahuinya setelah melihat foto dan video yang beredar di media sosial. "Besoknya setelah saya pulang, saya lihat di media sosial. Saya kaget melihat kondisinya seperti itu," katanya. Menurut Parta, istri korban juga tidak menerima upaya penyelesaian damai setelah mengetahui kondisi jenazah dan dugaan kekerasan yang dialami suaminya.
kasus ini sempat memicu perdebatan sengit diantara netizen. terbagi dua kubu, ada yang merasa iba, berpendapat tidak ada barang apapun yang setara dengan sebuah nyawa seseorang. ada juga yang memaklumi apa yang warga' itu lakukan, mereka berpendapat bahwa itu wajar mengetahui banyaknya kasus yang telah KD lakukan.
