-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Sama Namun tak Seiman (Cerpen by Nas)

Rabu, 18 Oktober 2023 | Oktober 18, 2023 WIB Last Updated 2023-10-18T12:59:47Z
>Tuhan itu hanya mempertemukan kita bukan mempersatukan kita ingat matahari dan bulan tidak mungkin bersatu seperti syahadat ku dan baptis mu tidak mungkin menyatu dengan takdir indah kita. -Nasya arenta Sabrina 2019-

>yang usai memang sudah usai namun kenangan kita masih tetap tersusun rapih di dalam lembaran dalam ku,aku berharap di kehidupan selanjutnya kita bisa bersatu karena takdir yang merestui kita. -janendra Imanuel Wijaya 2019-

Pemeran:
•Janendra Imanuel Wijaya
•Nasya arenta Sabrina

-Bandung,2019-

Aku berjalan dibelakang mengikuti seseorang yang berjalan terlebih dahulu di depanku, sambil menyelusuri lorong demi lorong aku memandangi hal apapun yang berada di sekitarku, aku pun mulai melewati kelas demi kelas, namun saat aku sedang berjalan langkah ku di hentikan karna orang yang berada di depan ku juga menghentikan langkahnya. aku memandangi ke salah satu pintu kelas tersebut yang berada di sampingku yang ku lihat hanya ada beberapa anak yang sedang bermain game di handphone mereka dan ada juga yang sedang melingkar memainkan kartu uno. ada satu hal yang membuat ku penasaran  yaitu sosok lelaki yang sedang memandangi ku dengan tatapan tajam dan ya menurut ku sangat aneh, eum aku pun sedikit penasaran dengan dia? Dan aku pun mulai bertanya-tanya dalam benak pikiran ku "siapa dia?" dan aku pun mulai melanjutkan langkah ku menuju salah satu ruang tes yang menurut ku lumayan sempit dan ya sangat dingin sekali mungkin akibat cuaca di luar sedang mendung dan ada dua AC di ruangan tersebut,dan seorang guru tersebut menyuruh ku untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan dan guru tersebut mulai mengasihkan ku beberapa lembar kertas tes.setelah sekitar 5 menit aku mengerjakan dan menyelesaikan soal yang berbasis bahasa Inggris tersebut aku pun mulai di ajak ke salah satu ruang kelas oh.. ternyata aku bertemu lagi dengan dia?atau bahkan kami akan sekelas? Dan ternyata dugaanku benar adanya kami sekelas.dan saat aku mulai masuk kelas tersebut semua tatapan menuju ke arah ku dengan tatapan antusias nya kecuali sosok lelaki yang berada di depan ku, gimana tidak aku penasaran dia hanya memandang ku cuek seolah tidak mau aku berada di sana.dan aku mulai memperkenalkan diri di depan kelas terus "hii semua nama aku Nasya semoga kita bisa berteman baik" ucap ku, aku pun di persilakan duduk bersama salah satu teman perempuan ku dan dia mulai memperkenalkan dirinya kepada ku, "hi aku Ajeng" ucap dia ya aku pun mulai menerima jabat tangannya kembali.kemudian guru yang berada di depan ku mengambil alih pembicaraan kami "halo semuanya perkenalkan nama miss,Miss Hesti dan Miss mengajar disini sebagai guru kalian semoga kedatangan Nasya di sini betah ya,dan kalian silakan perkenalkan diri"ucap Miss hesti.dan mereka semua pun mulai memperkenalkan diri satu persatu.dan saat mulai dia memperkenal diri aku pun mulai memandangi dia cukup serius. "Halo nama aku jeandra Imanuel Wijaya,aku bersekolah di yosudarso salam kenal semua" ucap nya, dan boom! Aku mengetahui akhirnya nama dia. Hari demi hari aku sudah mulai akrab bersama teman-teman ku begitu pun dengan sosok janendra ya janendra sosok laki-laki yang sangat menyebalkan.

-1thn berlalu-

Akhirnya aku makin akrab dengan janendra bahkan kami seperti lem yang tak pernah terpisahkan dan yang paling mengejutkan kami berpacaran sejak 1 bulan yang lalu.bahkan kami sama-sama tau bahwa kita berbeda agama namun itu bukan jadi penghalang bagi kita.soal orang tua kita? Orang tua janendra sangat menyetujui hubungan kita,tapi tidak dengan orang tua ku mereka menentang hubungan kita bahkan mereka selalu saja memarahi ku saat aku selalu membahas dan membawa barang/makanan dari pemberian janendra bahkan mereka beberapa kali menyuruh kita untuk putus dan tidak lagi berkomunikasi dengan dia.namun aku menolak keras ajakan mereka dan aku berjanji kepada mereka bahwa aku tidak akan terbawa apa yang mereka lakukan aku akan tetap pada agama dan pendirian ku. Di tahun 2020 kami tidak lagi bertemu di karenakan kondisi dunia yang sedang mengalami pandemi covid-19 dikarenakan ppkm di adakan oleh pemerintah komunikasi secara langsung aku dengan janendra mulai tidak ada lagi kami berhubungan lewat media virtual saja kalau di katakan kangen kita cukup kangen.

-2bulan berlalu-

Kita bahkan sudah jarang mengasih kabar satu sama lain seperti hubungan pacaran pada umumnya? Selalu saja ada alesan sibuk lah itu lah aku juga tidak mengerti aku pikir dengan keputusan aku akan mengakhiri hubungan ini itu adalah jalan terbaik kita bisa di bilang memulai kehidupan sesuai arah tertuju..karena walaupun tidak ada pandemi di dunia ini apa mungkin kisah kita akan berlanjut?dan aku mulai membicarakan hal ini kepada janendra melalui Whatsapp dan dia pun memahami dan mengiyakan ajakan ku itu dan akhirnya kita "berakhir" dan janendra pun sempat berbicara kepada ku "kisah kita memang sudah selesai tapi aku mohon jadikan aku dan kisah kita sebagai kisah favorit kamu". 

-2 Tahun berlalu-
Aku mulai terbiasa dengan kehidupan baru ku aku mulai memasuki bangku sekolah pertama dan aku juga sudah tidak terlalu memikirkan nya, tapi kenapa tiba-tiba otak ku berputar memikirkan dia ya? Bagaimana keadaan dia ya? apakah dia baik' saja? setelah hubungan kita berakhir aku harap begitu..tentang janendra dia memasuki kelas 2 smp dan dia masih sama bersekolah di yosudarso dan soal orang tua ku kini mereka sering menanyakan tentang janendra dan mereka mulai memberikan dan menyetujui tentang kedekatan aku dengan janendra namun ya apa nasib udah kandas tidak bisa di perbaiki lagi.

            (The end memories)
×
Berita Terbaru Update